Mengapa burung terbang?
Mengapa awan berwarna putih?
Mengapa aku hidup.........?
Terlalu banyak pertanyaan yang ada di kepalaku. Sekalipun kutulis dalam sebuah buku, mungkin takkan cukup. Sedikit banyak tekanan ini mulai mengusikku. Aku tidak pernah ingin sekalipun mengingat hal-hal yang membuatku tersayat. Tapi, entah mengapa ada saja yang membuat bayangan itu menjadi nyata. Hal yang buram perlahan menjadi semakin jelas dan terasa menyakitkan. Ini bukan soal cinta. Ini hal yang jauh lebih menyakitkan daripada cinta. Tidak perlu rasanya kuumbar semua fakta yang BENAR-BENAR kualami kepada orang lain. Tapi terkadang itu semua terpaksa harus kulakukan, meskipun aku tahu itu tidaklah perlu. Rasa jengkel terkadang ingin aku lepaskan. Mungkin itulah sebabnya aku ingin berekreasi ke pantai untuk melepas penat hati yang sudah mulai menggunung. Aku tak ingin mencari perhatian orang lain. Aku hanya ingin semua yang aku lakukan benar dan tidak mengganggu kepentingan orang lain. Jangan sangka aku hanyalah orang yang berpangku tangan pada orang tua saja. Ingin ini, ingin itu lalu dapat...tidak. Telinga kanan dan kiriku sudah mulai penat. Hatiku sudah mulai membusuk dalam bekunya perasaan. Seperti mayat hidup yang berjalan dengan satu arah dan tujuan. Jangan memulai persengketaan, jangan pula mengakhiri sesuatu yang sengaja dibuat tanpa alasan. Yang kuinginkan hanyalah ketenangan. Untungnya, saat pikiran mulai mengawang, tubuh berpisah dengan ruh, dan hati mulai ingin mengakhirinya, semua hal yang indah terlintas di pikiran. Di balik masa-masa sulit yang membuatku memendam semua rasa dan menjadikannya satu kata "dingin" sesungguhnya ada masa dimana saat-saat itu menjadi saat yang paling berharga. Meskipun hanya sedikit, namun masa-masa itu pasti sulit untuk dilupakan. Mungkin itulah yang membuatku tidak ingin mengakhirinya. Dan dengan tegas aku tidak ingin mengulangi hal memalukan itu lagi. Memalukan untukku, keluargaku, apalagi terhadap Tuhanku......
do not comitted for suicide.... It's a worst thing to do in your whole life....
Sayangi nyawamu...ingat,kamu bukan kucing yang punya sembilan nyawa...
Sudah siapkah untuk mempertanggungjawabkan semua ini di hadapan Tuhanmu?
