WELCOME

Kamis, 25 April 2013

It's nap time !

Assalammu'alaikum wr. wb.
Siang hari yang terik di Jogja membuat banyak orang enggan untuk keluar dari rumah. Panasnya yang mak puolll  ini sangat mendukung siang ini untuk dijadikan sebagai waktu tidur siang bagi sebagian orang. Tidak cuma manusia yang menikmati tidur siang di siang ini. Kucing pun demikian. Kucing-kucing di kosku pun menjadikan siang  ini sebagai saat bersantai dan tidur siang bersama. Ini ada beberapa foto kucing di kosan yang aku abadikan siang ini.  Foto Mama meow dan anak-anak meow. Tapi, karena mereka sekeluarga sangat penakut, jadi aku hanya bisa mengambil foto mereka dari jarak jauh, bahkan ada yang cuma bisa difoto punggungnya saja hehehehe. Tapi, buatku kucing tetap hewan yang sangat lucu dan menggemaskan (Pada dasarnya aku suka semua hewan kecuali beberapa jenis serangga dan reptil). Ayo kita lihat foto-foto mereka, yuk mariii....

mama meow (cuma dapet punggungnya tok..)

anak meow1 yang paling cool dan cuek (tapi tetep penakut sih..)

anak meow2 yang paling sensitip (paling penakut)

Sebenarnya dulu kalo aku hitung, anaknya ada empat ekor, tapi yang dua lagi gak tau kemana. Mudah-mudahan baik-baik aja ya... :D


Minggu, 21 April 2013

Kartini's Day's what to do Lists

Sedari pagi, kamarku sudah kisruh karena sibuk berbenah kamar. Maklum sudah sebulan lebih lamanya tidak membersihkan kamar secara total. Total disini maksudnya, bongkar-bongkar lemari, menata buku-buku dan kertas, mengelap debu d setiap permukaan, membereskan lemari pakaian, nyuci baju-baju kotor dan sprei kotor, beres-beres kandang hamster, dan masih banyak lagi. Berhubung hari ini adalah hari Kartini, itu jadi motivasiku untuk benar-benar mengerjakan semua ini sampai tuntas dalam satu hari ini. Biasanya kalo mulai beres-beres kayak gini sukanya setengah-setengah, malah jadinya gak selesai sampai tuntas. Nah, alhamdulillah, pekerjaanku dari jam 07.00 - 12.30 sudah sampai tahap berbenah kamar dengan totalitas. Pekerjaan yang tersisa, tinggal (?) nyuci baju sama bersihin kandang hamster. Aigoo... masih banyak itu, mana cucian berember-ember. Yasudah sih, kayaknya mandi dulu, trus makan dulu, trus baru deh ngelanjutin berberes-beres. Oya, aku mau share hasil karya kebersihanku, heheee... belum tampak sempurna seperti hasil karya ibuku kalo di rumah, tapi lumayanlah... :D

kasur butut yang sudah menemaniku hampir 4 tahun

tv, printer, kipas angin, dan benda-benda lainnya yang sudah berjasa

Rak buku yang udah gak cukup lagi menampung buku-bukuku

Nah itu dia hasil karyaku, usaha berbenah kamar dari jam 7 pagi tadi sampai siang ini.... :D


Have a nice weekend! Dan selamat hari Kartini untuk semua wanita Indonesia!
-sesi foto [masih] dunia lain (lagi)-




Sabtu, 20 April 2013

Raindrops Memories

Hujan itu indah...
Hujan itu berkah...
Hujan itu...



Bagi sebagian besar orang, hujan itu istimewa. Termasuk bagiku. Hujan sore ini di Jogja membawaku kembali ke kenangan masa kecilku waktu TK di Lubuk Sikaping, Sumatra Barat. Aku ingat ketika dulu  ibu guru sedang mengajari kami murid-muridnya cara membuat rantai dari kertas, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Yang namanya anak-anak, begitu mendengar suara hujan yang kenceng langsung banyak reaksi. Ada yang nangis, banyak malah, soalnya anak-anak kan biasanya kalo ada satu yang nangis ibarat penyakit menular, yang lain juga ikut-ikutan nangis. Waktu itu aku bukan salah satu anak-anak yang nangis itu. Aku dan beberapa orang temanku langsung memanjat kursi di dekat jendela dan melihat rintik-rintik hujan yang turun. Setelah itu, pandanganku beralih ke genangan air di bawah jendela. Riak airnya seperti gelombang ombak di laut. Sebagai anak yang penuh imajinasi, gedung sekolah langsung berubah jadi kapal gara-gara riak air yang seperti gelombang itu.  Tapi, waktu itu aku agak khawatir. Aku khawatir, nanti ibu bisa menjemputku gak ya? Tentu saja ibu menjemputku. Kenapa? Ya karena itu ibuku, kalo bukan ibuku ya gak mungkin lah...hehehhee...


Sekian dulu celotehku tentang hujan ya. Selamat sore dan selamat akhir pekan :)

Jumat, 19 April 2013

Ditemani oleh Dinginnya Jogja

Assalammu'alaikum wr wb.

Hari ini mau posting tentang ujian terakhirku, yaitu ujian Runtun Waktu. Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang aku ulang. Semester 6 dulu dapet nilai C sih. Karena ini ngulang, aku jadi termotivasi untuk benar-benar serius memperbaiki nilaiku ini. Dari seminggu yang lalu, aku udah belajar kelompok sama temenku yaitu Mbak Lia, Dunie, sama Atika. Ekspresi kita berempat pas berusaha mengerjakan soal-soal runtun itu gak jauh berbeda. Menghela napas panjang dan menundukkan wajah, hahahaa. Itu notabene karena emang mata kuliah ini teoritis banget dan sangat... sangat... sulit. Tapi kita gak mudah putus asa. Satu minggu belajar lumayan membantu kita untuk lebih memahami isi modulnya. Tapi, lagi-lagi pas berusaha ngerjain soal-soal latihannya...helaan napas silih berganti, hahahhaa. Hari ini, adalah hari H ujian UTS runtun waktu. Karena semalaman hujan terus, kota Jogja jadi dingiiiiin banget pas subuh. Tapi karena aku harus belajar lagi, mau gak mau pagi2 udah bangun trus sholat, trus belajar deh. Karena dingin, aku tetep pake selimut meskipun lagi belajar. Kemulan selimut bikin anget. 

Hehe, itu foto selca ku, agak ngeblur yah. Maklum, aku blm profesional dalam hal selca2an. Yang paling lucu dari foto itu adalah, my face is swollen hahahaha. Bangun tidur, sholat, trus langsung belajar. Padahal tadi malem tidur jam setengah 2 karena bikin surprise buat ultah mbak kos ku namanya Mbak Apam ckckck. Matanya masih gede2 gitu hehehe. Belajar ditemani oleh dinginnya Jogja, dan muka melas karena masih ngantuk, tapi terbebani pikiran karena mata kuliah yang ngulang. Inilah suka duka mahasiswa yang sedang mengerjakan TA nya (lhoh, apa hubungannya?). :D

Selasa, 16 April 2013

Dendam




Sepi, sunyi, sendiri...
Bicara aku benci...

Dosa aku bohong,
Munafik!

Lemah, lunglai, lelah,
Kau hujamkan dera dan derita padaku,
Tanpa belas kasih,
Kau jatuhkan hatiku,
Runtuhkan egoku,

Puas?
Setega itukah kau,
Lamunanku buyar,
Kocar-kacir 
Bagai tikus-tikus tanah tak tau arah dan tujuan,

Hilang!
Jantungku berhenti berdetak,
Kau pukuli aku,
lagi..lagi..lagi..dan lagi...

Bosan aku dengan janji!
Seolah kau acungkan jari tengah
Kau bilang "cuk"
Kau hinakan diriku

Ku balas kau!
Ku bunuh kau!
Cinta!

-Larut malam di Jogja-
tira

Leafie : Ayam Buruk Rupa dan Itik Kesayangannya

Assalammu'alaikum wr.wb.

Akhirnya, hari ini mau posting tentang sebuah novel yang baru kubeli beberapa hari yang lalu. Judulnya "Leafie". Novel ini adalah novel terjemahan dari negeri ginseng, Korea. Ini dia covernya :

Hehe, itu tanganku muncul dikit (mana ada sponsor segala lagi). Kabarnya, novel ini udah difilmkan lho. Tapi aku belum dapet filmnya (segera nyari). Nah, aku mau sedikit membocorkan isi dari novel ini ya. Novel ini bercerita tentang seekor ayam betina yang tidak cantik (a.k.a jelek) yang tinggal di sebuah peternakan di pinggiran kota. Ayam itu bernama Leafie, nama Leafie diambil dari "Leaf" dalam bahasa Inggris yang artinya daun. Leafie memang sangat suka pada daun akasia yang tumbuh di luar kandangnya. Ia merasa hidup sebagai daun itu luar biasa. Ketika musim semi, daun2 tumbuh dan menghijaukan pandangan. Kemudian ketika musim gugur, daun2 terbang berguguran bebas dan meninggalkan jejak berupa bunga2 akasia. Leafie sendiri adalah seekor ayam betina petelur. Namun, ia tidak ingin bertelur lagi karena cita-citanya adalah bertelur dan kemudian mengerami telur hingga menetas, tapi karena Leafie adalah jenis ayam petelur, maka telur-telurnya selalu diambil oleh majikan. Hingga pada suatu hari, telur Leafie yang terakhir dalam kondisi menyedihkan dan tidak bercangkang (cangkangnya lunak). Saat itulah Leafie memutuskan untuk tidak pernah bertelur lagi. 

Semenjak saat itu, Leafie tidak mau makan juga tidak mau minum, tubuhnya semakin kurus dan bulu di lehernya rontok. Hingga suatu ketika, tubuh Leafie terkulai lemas dan tidak sanggup berdiri lagi. Majikan Leafie pun mengira ia sudah mati. Leafie dibuang di lubang pembuangan bangkai ayam. Di lubang itu ia bertemu dengan seekor bebek liar yang bernama "pengelana". Pengelana membantu Leafie keluar dari lubang itu dan selamat dari kejaran Musang. Semenjak lolos dari kejaran musang, Leafie hidup di halaman peternakan bersama ayam jago, anjing tua, ayam betina, dan bebek2. Keluarga halaman bukan keluarga yang baik, mereka memperlakukan Leafie dengan jahat. Leafie jadi berkeinginan memiliki telur sekali lagi dan mengeraminya hingga menetas. Tapi, tampaknya Leafie tidak akan pernah bisa bertelur lagi. Satu-satunya teman Leafie adalah si Pengelana yang selalu bersikap baik padanya. Namun, tiba-tiba Pengelana tidak pernah bermain bersama Leafie lagi, ia sekarang asyik bermain bersama Bebek Putih Susu. Mereka berkejar2an di bendungan. Hingga suatu ketika Leafie mendengar suara "Kwek" yang keras dari arah bendungan. Saat ia mencari2 sumber suaranya, Leafie menemukan sebuah telur yang baru saja dilahirkan, tapi induk telurnya tidak ada. 

Telur siapakah itu? Bagaimana nasib Leafie selanjutnya? Penasaran dengan ceritanya? Baca novelnya, dijamin banyak pesan moral di dalamnya. Novel ini berisikan banyak gambar2 menarik di dalamnya. Sepertinya ini diperuntukkan untuk anak-anak khususnya, tapi tidak masalah jika orang dewasa mau membacanya (seperti aku ini). Novel karya Hwang Sun Mi ini dijamin akan menggerus-gerus hati pembacanya. So, don't miss it... :D