Assalammu'alaikum wr. wb.
Sebagai seseorang yang mempelajari statistika setiap harinya, tentu probabilitas / peluang / kemungkinan sudah tidak asing lagi di telingaku. Sebenarnya, kadang aku berpikir bahwa hidup itu adalah himpunan dari berbagai probabilitas/kemungkinan. Mungkin besok masih ada, mungkin besok aku masih hidup, dan mungkin masih diberi kesehatan dan rezeki. Mengapa semua itu mungkin? Karena yang tahu pasti apa2 saja yang akan dan pasti terjadi di alam semesta ini hanyalah Allah swt.
Baru-baru ini aku berpikir secara mendalam akan apa2 yang sudah terjadi padaku. Baik itu kejadian yang menyenangkan maupun tidak. Mulai dari waktu aku operasi dulu. Kalau saja waktu itu aku tidak diberi sakit yang teramat sakit itu mungkin watakku yang amat sangat jelek itu tidak berubah dan berevolusi menjadi watakku yang saat ini. Kemudian, ketika dulu tahun2 pertama kuliah aku tidak pernah tertarik untuk ikut ini dan itu, saat ini aku berpikir mungkin karena dlu itu masih masa pemulihan tubuhku yang masih terkena dampak bius yang "sepertinya kebanyakan" sampai2 selama 1 thn kurang baru aku bisa merasakan kembali 5 panca indraku. Kemudian, di tahun kedua kuliah baru aku memulai ikut ini itu, sesuatu yang sederhana2 dlu, sebagai sarana pelatihan bagaimana bertindak sebaga EO. Lalu, mulai merambah ke acara bertaraf nasional, bagiku itu merupakan sarana pelatihan buatku untuk bagaimana me-manage orang2 yang secara tidak langsung harus mengikuti aturan yang telah aku buat sendiri, mulai dari menghubungi dosen, ditelpon peserta, bahkan ada yang nelpon jam 3 pagi pun aku ladeni, mungkin itu buat ajang pelatihan profesionalitas kali yee. Lalu, mulai merambah dunia lomba marketing. Di sini di tuntut untuk benar2 profesional dan memang untuk menyatukan 4 pemikiran yang berbeda amatlah sulit, sehingga dalam perjalanannya kita memang mengalami sedikit masalah internal. Namun, lomba itu berbuah manis, dan mungkin memang sudah rezeki kita, insyaAllah hasil yang diperoleh adalah hasil yang halal karena kita sama sekali tidak melakukan kecurangan2. Kemudian tempat KKN yang 5 kali ganti, lokasinya yang terakhir amat sangat dekat dengan Jogja. Hikmah yang aku ambil adalah mungkin ketika suatu ketika ada sesuatu di kampus atau ada suatu kegiatan maka aku akan dengan mudah meluncuuuur ke Jogja. Dan yang terakhir program PKM ini, sarana awal bagaimana me-manage penduduk desa agar kualitas hidupnya menjadi meningkat. Bagiku ini cukup sulit dan melelahkan, bolak balik bawa kendaraan sendiri membuat kaki, tangan, leher, pundak ku sakit semua. Mungkin karena keletihan. Selain di tuntut untuk tetap pada tujuan awal kuliah disini yaitu belajar, namun ada tanggung jawab lain yang harus direalisasikan. InsyaAllah berkah. Aku selalu berdoa untuk selalu diberikan kemudahan2 dalam setiap apa yang terjadi di hidupku. Dan aku yakin apa yang menurutku baik belum tentu benar2 baik. Hanya Allah yang tahu apa yang terbaik untuk hamba2Nya. Semoga apa2 yang kulalui dalam hidup ini senantiasa bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena semua yang terjadi merupakan sebuah kemungkinan yang entah itu akan benar2 terjadi atau tidak, dan bagaimana hasilnya...itu adalah kemungkinan...
Amin
-kamar kos B29F-