Akhirnya, hari ini mau posting tentang sebuah novel yang baru kubeli beberapa hari yang lalu. Judulnya "Leafie". Novel ini adalah novel terjemahan dari negeri ginseng, Korea. Ini dia covernya :
Hehe, itu tanganku muncul dikit (mana ada sponsor segala lagi). Kabarnya, novel ini udah difilmkan lho. Tapi aku belum dapet filmnya (segera nyari). Nah, aku mau sedikit membocorkan isi dari novel ini ya. Novel ini bercerita tentang seekor ayam betina yang tidak cantik (a.k.a jelek) yang tinggal di sebuah peternakan di pinggiran kota. Ayam itu bernama Leafie, nama Leafie diambil dari "Leaf" dalam bahasa Inggris yang artinya daun. Leafie memang sangat suka pada daun akasia yang tumbuh di luar kandangnya. Ia merasa hidup sebagai daun itu luar biasa. Ketika musim semi, daun2 tumbuh dan menghijaukan pandangan. Kemudian ketika musim gugur, daun2 terbang berguguran bebas dan meninggalkan jejak berupa bunga2 akasia. Leafie sendiri adalah seekor ayam betina petelur. Namun, ia tidak ingin bertelur lagi karena cita-citanya adalah bertelur dan kemudian mengerami telur hingga menetas, tapi karena Leafie adalah jenis ayam petelur, maka telur-telurnya selalu diambil oleh majikan. Hingga pada suatu hari, telur Leafie yang terakhir dalam kondisi menyedihkan dan tidak bercangkang (cangkangnya lunak). Saat itulah Leafie memutuskan untuk tidak pernah bertelur lagi.
Semenjak saat itu, Leafie tidak mau makan juga tidak mau minum, tubuhnya semakin kurus dan bulu di lehernya rontok. Hingga suatu ketika, tubuh Leafie terkulai lemas dan tidak sanggup berdiri lagi. Majikan Leafie pun mengira ia sudah mati. Leafie dibuang di lubang pembuangan bangkai ayam. Di lubang itu ia bertemu dengan seekor bebek liar yang bernama "pengelana". Pengelana membantu Leafie keluar dari lubang itu dan selamat dari kejaran Musang. Semenjak lolos dari kejaran musang, Leafie hidup di halaman peternakan bersama ayam jago, anjing tua, ayam betina, dan bebek2. Keluarga halaman bukan keluarga yang baik, mereka memperlakukan Leafie dengan jahat. Leafie jadi berkeinginan memiliki telur sekali lagi dan mengeraminya hingga menetas. Tapi, tampaknya Leafie tidak akan pernah bisa bertelur lagi. Satu-satunya teman Leafie adalah si Pengelana yang selalu bersikap baik padanya. Namun, tiba-tiba Pengelana tidak pernah bermain bersama Leafie lagi, ia sekarang asyik bermain bersama Bebek Putih Susu. Mereka berkejar2an di bendungan. Hingga suatu ketika Leafie mendengar suara "Kwek" yang keras dari arah bendungan. Saat ia mencari2 sumber suaranya, Leafie menemukan sebuah telur yang baru saja dilahirkan, tapi induk telurnya tidak ada.
Telur siapakah itu? Bagaimana nasib Leafie selanjutnya? Penasaran dengan ceritanya? Baca novelnya, dijamin banyak pesan moral di dalamnya. Novel ini berisikan banyak gambar2 menarik di dalamnya. Sepertinya ini diperuntukkan untuk anak-anak khususnya, tapi tidak masalah jika orang dewasa mau membacanya (seperti aku ini). Novel karya Hwang Sun Mi ini dijamin akan menggerus-gerus hati pembacanya. So, don't miss it... :D
0 komentar:
Posting Komentar