WELCOME

Senin, 18 Maret 2013

Bahagia itu indah lho

Assalammu'alaikum wr. wb.

Sudah beberapa hari tidak posting apapun. Tiba-tiba setelah mengerjakan tugas runtun waktu punya ide untuk menulis lagi. Kali ini mau menceritakan tentang kebahagiaan. Dan mungkin sedikit curhatan tentang bahagia itu sendiri.

Buat aku, bahagia itu bisa dibilang sederhana. Sesederhana senyuman. Mungkin banyak yang bakalan berpikir: " ahh omdo banget, emangnya hidup itu gampang apa?". Ya, aku tau hidup itu tidak segampang membalikkan telapak tangan. Aku bisa bilang gitu juga punya alasan. Salah satu cara untuk bertahan hidup di dunia ini adalah dengan memiliki uang, benar kan? Lihat saja, orang yang punya uang pasti berkuasa. Berkuasa maksudnya disini yaa bisa menikmati berbagai fasilitas dan kemudahan, bisa beli ini itu, wah banyak deh pokoknya. Aku juga sudah beberapa kali mencari nafkah sendiri. Meskipun uang bulanan selalu dikasih sama bapak, tapi untuk tambahan uang saku aku selalu mencari tambahan diluar, Tentu saja dengan cara yang halal. Misalnya, ikut lomba, jadi asisten praktikum, bantu skripsi orang, jadi surveyor, wah macam2 deh pokoknya. Nah uang itu biasanya aku beli alat2 elektronik, seperti printer lah, hard disk lah, atau beli alat kosmetik (ayee), beli baju, beli hp, beli sepatu, ikut kegiatan ini itu, ya pokoknya buat senang2 sendiri hehehehe. Sebenarnya sih uang jajan dari bapak udah bisa mencukupi, tapi kan pengen juga gitu ngerasain dapet duit sendiri. Ternyata yaa emang susah sih. Berat perjuangannya. Tapi itulah realita hidup.

Kembali ke topik pembicaraan mengenai kebahagiaan. Bahagia itu bagaimana mindset kita memprogram bahwa kita itu bahagia. Kenapa harus meruwetkan diri padahal hidup itu udah ruwet. Bisa dikatakan yang namanya "galau" itu kalo bisa jangan terlalu lama lah. Setiap orang pasti punya masalah sendiri-sendiri. PASTI. Tapi, justru kehebatan mereka itu terlihat dari bagaimana cara mereka mengontrol emosi, mengontrol tingkah laku, tutur kata, dsb. Aku juga punya banyak problematika. Tapi, dari dulu bapak selalu mengajarkanku untuk "think then act", jangan pake dengkul. Banyak orang yang begitu dihadapkan masalah langsung "srudak sruduk". Aih, keliatan ndeso banget ah. Calm, think, then ideas will come. Dengan begitu kita akan dapat selalu tertawa riang. 

Pernah gak, berpapasan sama orang yang gak dikenal di jalan. Tapi pas dia ngeliat ke kita dia manggut sambil senyum. Itu bikin mood jadi sedap banget kan. Nah, sesederhana itulah kebahagiaan. Paling males sama orang yang terlalu emosional. Orang gak salah apa2, eh didiemin. Padahal mungkin yang bersangkutan lagi sebel sama orang lain atau mungkin sama dirinya sendiri. Tapi kan kita gak ngerti apa2, maka aku selalu berkata dalam hati : "What I've done wrong? Why me?". Dan percaya gak percaya pertanyaan itu gak ada jawabannya. Ya jelaslah, orang bukan kita yang salah. Moodnya aja yang lagi berantakan trus kelempar deh ke kita. harusnya gak boleh gitu, kasian orang yang gak tau apa-apa. Kalo emang lagi gak mood ya udah menyendiri dulu, tapi kalo ketemu orang ya usahakan tetap dengan mimik wajah yang "enak untuk dilihat", kata-kata yang "enak untuk didengar", tingkah laku yang "enak untuk dipertontonkan".

Tapi, itu semua kembali lagi ke masing-masing orang sih. Tergantung bagaimana mereka menyikapi hidup mereka masing-masing. Kalo aku sih, dulu mungkin pas jaman-jaman SMP, SMA masih labil, tapi karena sekarang udah kuliah, usia juga udah 20an, ya mustinya bisalah memilah-milah mana yang baik dan yang buruk. But after all, I'm still learning too. I'll try my best :D

0 komentar:

Posting Komentar