Assalammu'alaikum wr.wb.
Kali ini, aku mau menulis tentang "cinta". Cinta ini mungkin bukan cinta pertamaku semenjak aku lahir ke dunia ini. Sebenarnya aku gak pantes ngomongin soal cinta, soalnya jujur aja sampai saat ini aku masih belum paham pengertian cinta secara bahasa, istilah, maupun harfiah (hahaha). Tapi, kali ini aku akan mencoba untuk menceritakan apa yang aku rasakan, aku alami, dan aku inginkan.
Jika ada yang bertanya, cinta apa yang aku alami, mungkin aku bisa jawab "bukan cinta monyet dan bukan pula cinta pertama". Jelas saja, cinta monyetku itu aku alami waktu masih duduk di bangku SD (yaelahh..hahaha). Kalo cinta pertamaku itu aku alami waktu masa-masa puber di SMP. Nah, kalo yang ini, aku mengalaminya bukan saat SD, bukan pula saat puber di SMP. Mungkin ini aku alami ketika masa peralihan dari "teenlit" alias remaja ke "maturity" alias dewasa (hahahaaa).
Cinta ini tumbuh dari rasa patah hati pada cinta pertamaku dulu. Bisa dibilang cinta ini muncul ketika hatiku penuh dengan keputus asaan (aseeekkk). Waktu lulus SMP dulu, aku harus berpisah dengan cinta pertamaku yang bertepuk sebelah tangan (ajegile). Jadilah, pada masa awal-awal SMA aku menjadi wanita berdarah dingin, mungkin ibarat Kikyo di kartun Inuyasha, yang terlihat cuma "body" tapi "mind & soul" nya entah dimana (hahahhaa). Kemudian, perlahan tapi pasti, cinta ini merubah persepsiku tentang hidup bahkan tentang cinta itu sendiri. Namun, cinta datang terlambat. Hingga akhirnya cinta berlabuh dalam pelukan wanita lain. So sad isn't it? But it's OK. Aku berterima kasih kepada cinta yang telah merubah pola pikirku, yang telah membuatku menjadi setegar ini. :)
Waktu terus berlalu, hingga tahun demi tahun terlewati. Tak kunjung kudapatkan cinta darinya. Entah karena aku tak bisa membaca pertanda, ataukah karena jarak yang memisahkan, atau mungkin cinta telah sirna, I don't know. Tapi, jujur aja, sampai saat ini masih ada "getaran-getaran" itu. Dan kadang ada rasa serba salah, dilemma. Sebenarnya ingin sekali SMS atau telpon, tapi rasanya takut, apa hak ku untuk terus menerus bertanya, terus menerus ingin tahu. Ingin tahu kamu sedang apa, dimana, sibuk apa, apa yang kamu pikirkan, bagaimana keadaanmu. Terlalu banyak yang ingin aku ketahui. Tapi ada satu hal yang aku takut ketahui lagi tentang cinta. Aku takut, untuk kesekian kalinya cinta telah berlabuh, tapi tidak berlabuh padaku (lagi dan lagi). Banyak lagu yang kuputar di playlist dan selalu mengingatkanku tentang cinta. Setiap abis sholat, aku selalu berdoa, memohon keikhlasan dalam hati jika kelak cinta memang tidak ditakdirkan untukku. Aku terlalu pengecut untuk menyatakan cinta. Bukan karena takut terluka, tapi aku takut untuk kehilangan. Sebenarnya aku sudah mencoba untuk mencari cinta yang lain. Pernah suatu kali aku mencoba mendekati cinta yang lain, namun setelah sekian lama, kusadari cinta itu bukan cinta yang kucari. Maka kutinggalkan cinta itu segera sebelum ia terlanjur jatuh padaku.
Mungkin yang bisa kulakukan saat ini, berdoa, memohon pada Yang Kuasa agar kelak cinta akan berlabuh padaku. Entah itu cinta darimu, atau bisa jadi cinta lain yang belum pernah kuperhitungkan sebelumnya. Lagi-lagi.. I don't know (hahahaa). Sekali lagi, aku tekankan disini, cinta itu adalah ikhlas, ikhlas untuk mencintai, bahkan ikhlas jika harus melepaskan, doa untuk cinta adalah kebahagiaan untukku, untukmu, mungkin untuk kita berdua... this song is for u... Afgan with "Jodoh pasti bertemu", check this out :D
0 komentar:
Posting Komentar